24/04/11

An Insight from Movie

One post a month, that's suck. Kembali mengingat akan kutipan2 anonim yang bilang bahwa menulis bikin cerdas, mari kita berdayakan kembali blog ini. Bullshit I know, I keep telling this on previous posts but the result is 1 post a month. Emang blogging butuh diniatin klo mau terus update. Niat sih ada, selalu, tapi gerakannya itu gak ada. Damn.


Btw, minggu ini, selain urusan yang di SCBD, rasanya berjalan menyenangkan. Long weekend, badminton dua kali, jogging plus cek gula+asam urat+tensi di senayan sama calon2 dokter yang lucu-lucu, plus cuci mata di Inacraft. Seperti kata temen gw, pecah tuh mata ngelihat cewek lucu2 betebaran dimana-mana. Pada akhirnya, menjelang menutup minggu yang lumayan indah ini, salah satu TV swasta menayangkan film animasi Rattatouile yang entah kenapa kesan gw saat ini dan kesan gw dulu pas pertama kali menonton rasanya jauh berbeda. Masak, dapur, bumbu-bumbu, kisah2 diluar dunia memasak itu rasanya perfect banget. Rasanya semakin mantap saja dengan dunia dapur itu, tentu dalam proporsi yang tepat yah.

Makin gampang aja sekarang mau belajar masak, tempat kursus banyak, kelas2nya beragam, mau cooking atau baking ada semua tinggal dipilih. Tapi disatu sisi malah buat kepala gw mumet tentang apa yang mau dikonsepkan untuk usaha gw nanti. Rasanya makin realistis untuk memulai usaha dengan yang simple dulu ajah, tempat nongkrong yang ada makanan atau toko kue. Pertimbangannya panjang yah, semoga semangat ini gak luntur dimakan kesibukan ataupun hobi2 lain yang mungkin akan muncul belakangan. Ini tentang passion, money, services, so gak ada alasan untuk tidak dikembangkan.

Wish me luck, amennn

05/03/11

Result After 4 Months

Yak, bulan Februari saya absen blogging. Terima kasih untuk Google karena tidak menghapus blog tidak bermutu dan jarang di-update ini.

Sudah 4 bulan saya bekerja di tempat yang sekarang ini (saya tidak bisa sebutkan untuk alasan kesopanan :D), rasanya udah mulai tuned in sama lingkungannya. Tapi gw kepikiran ama ucapan teman gw disitu yang menyebutkan bahwa tidak akan butuh waktu berbulan-bulan untuk mulai berasa bosan dengan kerjaan ini. Yak dan benar saja saudara-saudara, nafsu yang menggebu-gebu ketika 2,5 bulan pertama mulai menguap dan berganti menjadi kebosanan dan ogah-ogahan.

Ini jelas alert yang luar biasa besar, ibarat crash cymbal yang dipukul tepat disamping kuping lo. Mengingat ketertinggalan gw dibanding teman2 gw yang mencapai angka kira2 732 hari, performance yang standar jelas suatu yang sangat tidak boleh dilakukan. Gw cukup sadar gw ini tidak cerdas-cerdas amat, tapi menjadi bagian dari lingkaran level "reguler" a.k.a biasa-biasa aja jelas bukan tujuan yang tiap orang inginkan. Kalau mau di-list kelemahan utama gw: (1) mudah ter-distract, entah dari musik, setan malas atau apapun itu sumbernya yang pada akhirnya bikin kerjaan lama beresnya. (2) durability kerjanya payah, baru 1-2 jam bekerja rasanya udah mulai enek dan pengen buru-buru break. (3) agak jadul alias tidak update sesuai dengan tuntutan kerjaan. (4) moody-an, kalo lagi mood gak pas rasanya males banget kerja. oh my

Oke, self-analysis sudah, tinggal pembuktiannya aja nih.

23/01/11

Counting Friends

Belum ada sebulan, temen gw dua orang sudah terlebih dahulu meninggalkan dunia ini. Dan sedihnya, keduanya meninggal dengan, sepertinya ya, menderita. Satu kecelakaan, satu lagi hipokalemia. Buat orang-orang awam, hipokalemia itu penyakit akibat kekurangan kalium, yang pengaruhnya kata temen gw, ke jantung.

Sedih juga gw, apalagi yang kedua, soalnya gw masih ada janji yang belum gw penuhin yaitu ngajak dia pergi ama temen2 gw. For info, temen gw yang meninggal karena hipokalemia masih satu kelompok main gw di Durjana. Sejak dia mulai sakit-sakitan, jadi susah ngajakin dia pergi. DI satu sisi gak enak ama keluarganya secara kita kalau pergi pasti malam diatas jam 9. DI sisi lain, doi juga gw akui emang orangnya suka gak jelas, jadi kita2 juga males buat ngajakin dia pergi.

Gak tau mau gimana lagi nyebutnya buat dia dan keluarga, kok ya rasanya apes banget ya. Doi kena penyakit yang kayaknya musti perlu perawatan stiap hari, eh pas lebaran bokap n adiknya meninggal kecelakaan, terus dia sendiri akhirnya meninggal karena penyakit itu. Satu tambahan lagi yang bikin gw nyesek adalah gw baru tau penyakitnya yang selama ini pas dia meninggal. Duh, kenapa dulu gak cerita ya :(

Anyway, cuma Tuhan yang tahu dimana mereka berdua sekarang. Gw gak sampe hati deh kalo menghubung2kan dengan iman gw sekarang. Namanya juga iman n kepercayaan, pasti kebenarannya tergantung dari kita sendiri mau percaya apa nggak.

See you all my dearest fren,

03/01/11

Going Through 2011

Oh, sekali lagi saya gagal jadi blogger yang baik. Semoga blogspot tetap bersabar untuk tidak menghapus blog ini.

Akhirnya 2011 datang, berdasarkan trend dari tahun2 sebelumnya, seharusnya tahun ini jadi tahun yang superb setelah 2009 yang penuh kekelaman, dan 2010 yang menjadi awal kebangkitan. Banyak banget hal yang dianugerahkan dan dicerahkan di 2010, semoga bisa realize deh di 2011.

Btw, hari Sabtu lalu, tepat pada tanggal 1 Januari, seorang teman di kampus baru saja meninggalkan dunia ini. Memang tidak terlalu dekat sih, ditambah gue juga yang menghilang entah kemana dalam beberapa waktu ini, dengan orang ini. Tapi yang jelas, he is a nice guy. Seseorang yang jauh lebih diperlukan di dunia ini daripada petinggi2 PSSI korup dan bedebah, ataupun birokrat2 malas yang kerjanya adalah gak kerja tapi duit ngalir terus. Testimonial pada 2 hari terakhir ini tentang dia terasa sangat tulus dan jujur, karena memang dia orang yang sangat nice, faithful, dan hardworker. Semoga keluarga yang ditinggalkan bisa diberi kekuatan, dan orang2 lain yang ditinggalkan mendapatkan insight dari kehidupan dia selama ini. Amin.

Balik ke topik, sebenarnya yang ada di kepala ini melulu mengenai barang yang ingin diperoleh di 2011. Misalnya oven, handphone, ipod touch, PC, Laptop, LCD TV, raket baru, tas badminton baru dll. Bisa2 gak nabung kalo mau beli semua itu. Semoga mata ini bisa tahan untuk tidak memberikan stimulus ke otak supaya membeli barang2 itu dengan segera. Kalau self-development targetnya skill di kerjaan, masak, musik, badminton. Karena, selain kerjaan sekarang, rasanya selalu gembira dalam mengerjakannya. Entah itu yang namanya passion, atau memang karena tidak ada tanggung jawab dalam mengerjakan itu yang bikin gw ennjoy dalam melakukannya.

Sedangkan tentang hubungan, baik vertikal horisontal, gw harap juga meningkat. God almighty, family rasanya prioritas utama yang harus dikerjakan, tapi entah kenapa untuk yang kedua rasanya males banget. Rasanya lebih enak kalau tidak terlalu banyak komunikasi, tapi rasanya aneh karena mereka adalah darah daging gw sendiri. yah semoga keengganan ini bisa dilunakkan. Relasi dengan teman2 juga berharap bisa lebih baik, karena rasanya tahun ini akan lebih banyak lagi berhubungan dengan orang lain. Musti bisa baik berkawan, bekerja sama, tanpa mengurangi pentingnya tanggung jawab. Karena gak jarang atas nama persahabatan, semua hal baik diabaikan. Yah semoga nggak deh.

Ahhh, bingung saya mau tulis apalagi, maklum lah udah lama gak menengok dan mengisi blog ini. See you, wish you all the best for this year.