05/06/09

Freedom to Speech

Salah satu berita yang lagi happening sekarang ini adalah tentang Prita yang diadili karena dianggap mencemarkan salah satu rumah sakit di daerah Tangerang. Sebenarnya kasus ini bikin kecut juga buat gw (dan mungkin blogger2 lainnya) untuk menulis sesuatu yang agak “menyerang” salah satu pihak. Kalau gak salah, Prita dituduh mencemarkan nama baik karena menceritakan hal-hal yang tidak baik sehubungan perlakuan yang dia terima di rumah sakit tersebut. Masalahnya, yang jadi media penyampaiannya adalah blog dan email. Nah, ini yang bikin jadi kecut blogger. Gila juga yah, pendapat atau sharing yang sifatnya pribadi (gak tau juga sih kalau ada kepentingan tertentu dengan penulisannya) bisa jadi alasan buat seseorang diadili, dengan klaim pencemaran nama baik.

Tapi untung juga, belakangan makin banyak pihak yang coba ikut campur (dalam arti positif ya) dalam kasus ini, misalnya Jaksa Agung, Depkominfo. Mereka mengkritik Jaksa yang ditugaskan dalam kasus ini, karena meraka menganggap bahwa ada yang salah dalam penafsiran UU ITE yang dituduhkan buat Prita. Btw, gw juga kurang tahu persis mengenai pendapatnya Jaksa Agung, apa beliau mempermasalahkan mengenai teknisnya yah, tapi kalau Depkominfo sih jelas mengklarifikasikan maksud undang-undang yang mereka buat.

Pas gw lihat pasal yang dituduhkan buat Prita, emang rancu sih, seolah-olah gak salah juga kalau si Jaksa pakai pasal itu buat mengadili. Begini bunyinya: “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.”
Nah lho, gimana tuh ngukur “dengan sengaja” sama “muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik”? Kalau lihat blog-blog atau forum-forum, milis dsb, bisa banyak nih yang ditangkap. Malah di forum-forum, omongan kritik dsb bisa jauh lebih pedes daripada apa yang Prita tulis.

Yah semoga aja ada klarifikasi atau sosialisasi dari pemerintah mengenai UU ini. Klaim mereka (Depkominfo), UU ini dipake buat melindungi pihak-pihak yang ada dalam penggunaan internet dsb. Serem aja kalau berpendapat gak boleh, negara apa ini?? Tapi kalau berpendapat juga sebaiknya emang musti smooth sih caranya, jangan sampai memancin kemungkinan-kemungkinan kaya gini lagi.

Aminnn....

26/05/09

“If Tomorrow Never Comes”

Sometimes late at night, I lie awake and watch her sleeping
She's lost in peaceful dreams, so I turn out the light and lay there in the dark
And the thought crosses my minds, if I never wake up in the morning
Would she ever doubt the way I fell about her in my heart

Reff:
If tomorrow never comes, will she knows how much I love her?
Did I try in ev'ry way to show her ev'ry day, that she is my only one?
And if my time on earth were through, and she must face this world without me.
Is the love I give her in the past gonna be enough to last, if tomorrow never comes

'Cause I've lost loved ones in my life, who never knew how much I loved them
Now I live with the regret that my true feelings for them never were revealed
So I made a promise to myself, to say each day how much she means to me
And avoid the circumstances where there's no second chance to tell her how i fell..back to reff.

End:
So tell that someone that you love just what you're thinking of
if tomorrow never comes

Lagu yang cakep banget. Entah kenapa tau-tau aja gw pengen dengerin lagu ini minggu lalu. Pas dilihat-lihat, liriknya emang dalem banget. Inti pemikirannya bisa di-implement ke banyak hal. Ya sud, gw coba menafsirkan apa maksudnya.

Seorang pria yang terbangun di malam hari melihat her-nya - positifnya istri lah, budaya timur soalnya, hehe – tertidur, dan seketika itu ia terpikir bagaimana bila esok hari gak sempet datang, apakah si cewe itu tau apa yang dia rasakan. Kalau si cowo time on earth-nya were through, dan si cewe akan menjalani hidupnya sendiri, apakah kasih yang si cowok beri itu sudah sanggup membuat si cewe terus mengingatnya seumur hidup??

Kenapa si cowo bisa kepikiran kaya gini? He has lost loved ones in his life, dan dia sepertinya belum sempat memberi tahu perasaan apa yang dia miliki buat his loved-nya dan akhirnya membuat dia ragu-ragu apakah his loved-nya udah ngerasa apa yang dia rasain sebelumnya. Jadi dia bertekad untuk mengungkapkan apa yang dia rasakan ke “she” itu “each day”. Ending-nya, dia membuat kesimpulan dengan “so tell that someone that you love just what you're thinking of”.

Betul sih, meskipun kita sudah punya rencana yang sedemikian matang, kita gak pernah tahu apa yang akan terjadi besok. Tapi jangan ambil kesimpulan bahwa perencanaan gak perlu yak, perencanaan itu penting. Yang gw liat jadi poin utamanya adalah, mumpung waktu masih ada, pakai dengan baik, mentalitas mbesok jangan pernah diterapkan. Berpikirlah bahwa esok tidak pernah ada kesempatan lagi, so dengan waktu yang ada sekarang, lo seharusnya make dengan sebaik-baiknya.

Seingat gw, hal ini ada di Alkitab, tapi lupa persisnya di bagian mana. Tapi klo yang berhubungan sih dari Matius, dimana Allah diibaratkan datang seperti maling, kita tidak tahu kapan karena datang begitu saja. Nah, makanya, hidup di manfaatkan dengan baik, karena kita gak tahu kapan Tuhan akan panggil kita, gak lucu kan kita didapati serong ketika dipanggil. Nah itu tentang iman, terus perilaku sehari-harinya kayak apa. Banyak, skripsi, tanggung jawab lainnya, gw ngerasa pola pikir seperti itu sangat baik, karena mendorong kita untuk sesegera mungkin mengerjakannya, karena kita gak tahu apa yang akan terjadi nanti, kalo tahu-tahu sakit, kalo tahu-tahu deadline dimajuin, kalo dalam perjalanannya ada hal-hal yang gak terduga terjadi?? Fiuhh...kembali menyorot mengenai persistency gw yang lemah.

Nah klo percintaan gimana...emmmm, gimana ya?? Hati-hati lo, klo bsok-bsok gak ada kesempatan lagi!! hehehe...ngutip lagi bagian kesimpulannya “So tell that someone that you love just what you're thinking of, if tomorrow never comes”. Artikan sendiri yah ^^

Balada Iman dan Ilmu

Hai..hai..ketemu lagi!!!

Kalau dari judul, kelihatannya topik agak berat yak?? Iya nih, sok2an buat topik yang agak berat, hehehe..

Gw jadi kepikiran topik ini setelah nonton film Angels and Demons Kamis lalu. Sedikit info gak penting, gw nontonnya di Citra Land, mall yang udah lama banget gak gw kunjungin, itungannya udah bulanan kali gw gak kesitu lagi. Okeh lanjut lagi, gw nangkep cerita dari film ini adalah adanya konspirasi untuk menjabat sebagai Paus, bahkan ampe melakukan pembunuhan berencana dengan membangkitkan kembali suatu kelompok yang diklaim sudah punah, karena didasari pemikiran kolot bahwa iman dan ilmu tidak bisa disatukan. Mengapa gak bisa jadi satu? Si asisten Paus, yang adalah pelaku dari segala kejahatan di film ini, merasa bahwa ilmu pengetahuan (dalam hal ini anti materi, yang sedikit menyinggung tentang peristiwa penciptaan -kalau gw gak salah tangkap-) akan menyingkirkan kebesaran Tuhan dalam diri masyarakat, karena sepertinya segalanya akan bisa dijelaskan dengan suatu proses logis, dan keberadaan Tuhan yang menjadi jawaban atas kebuntuan selama ini jadi tidak lagi relevan. Nah si Paus yang akan digantikan ini sebenarnya setuju bahwa iman dan ilmu sebenarnya bisa dijembatani, tapi si asistennya gak setuju, makanya diracun, trus para Kardinal yang menjadi calon, diupayakan dibunuh, dengan mengkambing hitamkan suatu organisasi.

Kurang lebih seperti itulah yang gw tangkap dari film tersebut. Dari sini, jadi teringat beberapa hal mengenai iman ilmu. Pertama, isu ini jadi tren pas gw jadi Tim Inti di kampus tahun lalu. Banyak banget pembahasan mengenai ini, di NGC, pembinaan2 kampus, dan masih banyak lagi lah. Terus Sate dan ibadah gereja yang menyinggung mengenai penginjilan. Ibadah pemuda di gereja juga, secara tidak langsung ngomong tentang hal ini.

Kalau pendapat gw sendiri sih, gw pun setuju bahwa iman dan ilmu bukanlah air dan minyak yang gak bisa disatuin, tapi sifatnya komplementer, jadi keberadaan iman akan mengokohkan ilmu, dan sama sebaliknya, keberadaan ilmu akan mengokohkan iman. Bah, terlintas satu hal, apakah justru hubungannya searah, jadi ilmu akan mendukung iman. Tauklah, gak usah berfilsafat ria, gw tipe orang praktis, gak mau pusing dengan konsep dan pemikiran-pemikiran. Yang penting bagaimana penerapannya ajah, hehehe...Coz I think I'm not that smart.

Jadi intinya adalah, gunakan ilmu-mu untuk mendukung imanmu. Karena iman gw adalah Kristen, dimana pusatnya adalah Kristus, maka gunakanlah ilmu-mu untuk mengagungkan Dia lebih dan lebih lagi. Klo ditarik dari Angel and Demon tadi, biarlah temuan anti-materi yang diklaim punya peran penting dalam proses penciptaan segala sesuatu menunjukkan kompleksitas karya Tuhan dalam menciptakan dunia ini, yang juga menunjukkan bahwa Tuhan yang kita sembah menciptakan segala sesuatu dengan sangat mengagumkan. Okeh, itu untuk anti materi. Nah pa kabar dengan lo sendiri Prima. Yeah, gw bingung sih. Bagaimana ilmu pajak itu memuliakan Tuhan. Kok rasanya belum nemu ya dalam konsep dan teori, baru sebatas attitude aja. Jadi sebatas bahwa ketika lo bekerja di bidang pajak janganlah punya otak materialistis yang segalanya diukur pake besarnya duit yang lo miliki, akhirnya berbuat curang, penggelapan manipulasi dsb. Belum nemu bagaimana dengan konsep pajak selama ini, apakah konsep yang ada selama ini udah baik. Perasaan sulit deh mencapai tingkat idealis dalam penerapannya. Sering kali keberadaan satu idealisme/konsep/teori, harus menyingkirkan idealisme yang lain karena memang keduanya tidak bisa bersanding bersamaan.

Emang kalo mo ng-ilmu di bidang pajak, musti rajin-rajin baca buku ato jurnal asing deh. Buku lokal kebanyakan cuma ngomong sebatas interpretasi undang-undang aje. Gak baik nih buat perkembangan keilmuan perpajakan, asikkk.....

Gantung yah postingan gw, wakakak....maklum lg nyambi yang lain sih!!!

22/05/09

Habis Ngurus SIM

yuhuu, ketemu lagi!!!

Langsung aja deh, seminggu abis selesainya retreat Paskah kan gw ngalamin kehilangan dompet, walhasil duit yang tak seberapa beserta surat-surat yang seberapa itu hilang. Bete banget rasanya, apalagi ngurus2 surat, dah kebayang yang namanya ribet, lama, abis duit banyak dan hal-hal negatif lain yang identik dengan birokrasi Indonesia, bahkan swasta juga sama aje.

Yang pertama gw urusin tuh KTP, soalnya buat urus2 surat yang lain, gw amini akan butuh KTP, makanya gw urusin duluan nih kartu kependudukan gw. Ternyata syaratnya gak terlalu ribet, gw cuma bawa surat kehilangan (buat di UI gampang euy, thx Gedung Biru!!!) ama fotokopi lama beserta dua pas foto 2x3 yang berwarna dah cukup untuk melengkapi syarat pengurusan kehilangan KTP. Emang gak ribet sih, tapi keki aje masih kena "uang administrasi" sebesar 10rb. Bodohnya lagi, gw tidak berupaya melawan ketidakbenaran ini dengan mudahnya memberikan 10rb kepada mbak2 yang ngurusin. Kebodohan gw gak sampai situ aja, gw juga gak nanya lagi abis ngasih duit, kira2 KTP gw bisa dipercepat gak supaya gak perlu nunggu seminggu biar jadi. Jadi ini namanya kebodohan mutlak, dihadapan TUhan bodoh, di hadapan dunia juga bodoh, daaammmnnnn.... Emang nih, gw semakin merasa gw adalah orang yang gak ngotot dan gak tekun atau bahasa inggrisnya persistent. Padahal gw cowo lho!! Ini bukannya gender yah, bahwa cowo harus ngotot terus kalau cewe gak perlu, tapi gw rasa sikap seperti ini wajib cowo miliki, maklumlah sebagai pemimpin dalam keluarga, dia musti berani dan gigih. Ayolah Prima berubah.....

Okeh yang kedua adalah ngurus KTM, jaraknya cukup lama dari gw ngurus KTP, karena terbatasnya kesempatan gw ke Depok. Ya ud hari rabu sekitar 2 minggu lalu, gw kesana dengan membawa dokumen2 yang gw prediksikan akan dibutuhkan. Cakep, ternyata persiapan gw lengkap, yaitu foto 3x4 berwarna, KTP, surat kehilangan dan buku tabungan. Nah, yang rese dari ngurusin KTM ini adalah biaya dan juga lamanya proses, untuk biaya Rp 50rb, naik 100% dari terakhir gw kehilangan sekitar 1 tahun lalu. Nah yang paling rese tuh waktu pembuatannya yang sampe 14 hari kerja. Catat yah, hari kerja, jadi minggu, Sabtu, hari libur gak masuk hitungan tuh. Nah gw itung2, kalau nurut kata mereka, baru senin depan tuh jadinya. Tapi gw coba aja Rabu depan gw kesana, kali aja bisa.

Nah yang paling menakutkan adalah ngurus SIM. Berputar-putar tuh di kepala dengan yang namanya rebek, pungli, dihambat2 dsb. Mana berangkat kesana juga pake acara salah naik bis segala dan salah turun. Jadi gw itung-itung, cost gw sama aja klo gw naik Debora. Tau gitu nunggu aja dulu. Okeh, sampai sekitar jam 10 akhir, otak buruk gw dah men-judge bahwa gw akan kena ama jam istirahat jadi akan sangat lama gw menghabiskan waktu disana, dan mungkin gak akan sempat ke Depok seperti yang gw rencanakan. Ternyata lumayan juga perbaikan birokrasinya, prosesnya cuma makan waktu 1 jam lebih dikit lah. Pertama mau masuk ke dalam untuk nanya2, tapi dianjurkan oleh si pak polisi untuk tes kesehatan dulu di deket kanting. Nah sekarang kita juga mulai itung2an cost ya!! Tes Kesehatan 15rb, agak meaningless juga, gw cuma disuruh menyebutkan angka-angka dengan berbagai ukuran untuk menguji seberapa baik penglihatan gw. Abis itu ngurus biaya administrasi resmi sebesar 60rb, dan asuransi 15rb. Nah sehabis ini mulai lah banyak biaya-biaya hantu, pertama ditembak 30rb di ruang arsip, terus 15rb di ruang verifikasi data. Sadis juga, 30% biaya pengurusan abis di uang-uang tembakan. Sekali lagi, gw hanya ikut arus ajah dengan duit-duit tadi, fiuhh....Terus gak lama foto, yang untungnya hasilnya cukup baik, karena bapak2nya mengingatkan dulu kalo mau diambil gambarnya. Terus nunggu hasil jadi kalau dah dipanggil namanya. Nah, jadi deh dengan total biaya: 15rb+60rb+15rb+30rb+15rb = Rp 135.000. Cepat juga, tapi rese juga yah duit2nya, dan bodohnya juga gw gak berdaya dengan itu semua. Punya daya sih, tapi entah knapa gak berani, sialll.

Jadi bisa sedikit bersyukur buat bangsa ini, tapi satu sisi masih ada banyak keburukan dengan pungli-punglinya, dan ketidak berdayaan gw menghadapi ketidak benaran tersebut. Jadi perang batin juga nanti kalau mo ngurus SIM Mobil, gw rasa biayanya akan naik sekitar 30rb rupiah. Gw takut juga kalau ampe berkas2 gw gak ada disana, dan harus ngulang ujian teori dan praktek lagi. Duh, smoga ada deh!!!